30 Januari 2010 | Bali Post
Simakrama Gubernur Bali di Denpasar merupakan rangkaian dari kegiatan serupa di masing-masing kabupaten/kota yang telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, setelah lokasi di Wantilan Gedung DPRD Bali dialihkan.
Denpasar menjadi lokasi simakrama ke delapan dan akan berakhir di Gianyar pada bulan depan, untuk putaran pertama. Simakrama yang berlangsung di Wantilan Desa Pakraman Poh Gading, Ubung Kaja, Sabtu (30/1) kemarin dihadiri cukup banyak kalangan masyarakat. Buktinya, wantilan yang menampung ratusan warga itu penuh sesak.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang didampingi Wagub A.A. Puspayoga dan seluruh jajaran SKPD di Pemprop Bali, diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama wakil, dan pimpinan SKP di Lingkungan Pemkot Denpasar. Sedikitnya 42 orang peserta simakrama yang berniat mengajukan pertanyaan secara langsung. Namun, akibat keterbatasan waktu, hanya beberapa pertanyaan saja yang bisa disampaikan secara langsung. Selebihnya akan ditanggapi oleh masing-masing SKPD melalui surat.
Gubernur Mangku Pastika dalam kesempatan simakrama di Denpasar kembali memberikan atensi terhadap perkembangan program kesehatan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang dinilainya masih banyak yang belum paham. Namun, keluhan yang mengemuka terkait program anyar Gubernur Bali ini lebih banyak masalah administrasinya. Padahal, pengguna dana JKBM sampai 27 Januari 2010 ini sudah mencapai 8.983 orang dengan jumlah dana yang tersedot mencapai Rp 5 miliar lebih. ”Mungkin kalau sampai hari ini sudah ada 10.000 pasien yang memanfaatkan JKBM,” jelas Mangku Pastika.
Terkait surat rujukan dari Puskesmas, Gubernur menilai sangat penting, karena diharapkan peran Puskesmas akan lebih maksimal. Karena itu, harapannya, ke depan Puskesmas agar bisa melayani masyarakat dalam waktu 24 jam sehari dan tetap buka tujuh hari seminggu. ”Untuk suksesnya JKBM, Puskesmas juga harus siap buka 24 jam, atau minimal sampai malam,” katanya. Keseriusan Pemprop Bali dalam menangani masalah kesehatan warganya, juga dilihat dari semakin meningkatkan anggaran kesehatan.
Pada tahun 2008 anggaran kesehatan dipasang Rp 20 miliar, kemudian tahun 2009 naik menjadi 27 miliar. Pada tahun 2010 ini dianggarkan Rp 127 miliar. Belum lagi adanya dana sharing dengan kabupaten/kota sebesar Rp 81 miliar, sehingga seluruh dana JKBM untuk tahun 2010 sebesar Rp 181 miliar.
Mangku Pastika mengaku kritikan terhadap programnya ini cukup banyak. Ada banyak alasan kenapa keluhan tersebut banyak muncul. Mantan Kapolda Bali ini menilai tidak sedikit orang yang berharap program ini gagal. Terutama mereka yang merasa dirugikan dengan munculnya program kesehatan ini. Namun demikian, pihaknya harus tetap mengupayakan program ini agar bisa sukses dan memberikan manfaat kepada masyarakat. (kmb12)
Recent Comments