SEBULAN PROPOSAL TIDAK DITANGGAPI GUBERNUR SIAP DIMARAHI
Denpasar, 28/11 (ANTARA) – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan dirinya siap dimarahi jika dalam janga waktu sebulan tidak kunjung menanggapi proposal yang diajukan warga.
Hal itu disampaikan saat menggelar acara tatap muka atau “simakrama” dengan ratusan tokoh adat dan masyarakat Kabupaten Tabanan di wantilan atau aula Taman Pujaan Bangsa Margarana, Marga, Sabtu.
Pada kesempatan itu, klian atau pengurus adat Banjar Pegat, Gubug, Tabanan, Made Sudana, mengeluhkan soal sulitnya mendapat jawaban atas proposal kegiatan yang diajukan kepada pemerintah. “Katanya kalau tidak ada koneksi sulit,” ujarnya disambut tawa hadirin yang memenuhi wantilan.
Dikatakan Sudana, warganya saat ini tengah bergairah melaksanakan berbagai pembangunan fisik dengan cara berswadaya. Hanya saja karena keterbatasan dana, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali meminta bantuan kepada pemerintah, termasuk ke Pemkab Tabanan. Namun, hal itu ternyata tidaklah mudah. Sebab, katanya, ia mendengar permohonan proposal tidak akan ditanggapi pemerintah jika tidak ada akses ke pemerintahan.
Mendengar keluhan tersebut, Gubernur Pastika semula menyerahkan anak buahnya untuk menjelaskan prosedur pengajuan proposal kegiatan. Meski telah diberi penjelasan, toh gubernur memandang perlu menegaskan kembali kepada masyarakat.
“Sebenarnya untuk mengajukan proposal guna mencari dana sederhana saja. Langsung saja bawa ke saya, tidak pakai koneksi-koneksian,” selorohnya disambut tawa hadirin.
Bahkan dia menjanjikan jika sebulan proposal tidak ditanggapi, maka warga boleh mengajukan protes kepadanya. “Kalau sebulan tidak ditanggapi, boleh datang ke kantor dan marahi saya,” pintanya sembari tersenyum.
Dalam kesempatan itu, Pastika menegaskan bahwa kedatangannya ke berbagai daerah di Bali menggelar simakrama dimaksudkan untuk menjaring aspirasi masyarakat terkait pembangunan yang dilaksanakan.
Untuk itu, dia berharap kepada masyarakat saat simakrama agar memanfaatkan kesempatan tersebut tidak hanya untuk menyampaikan aspirasi namun juga menyiapkan proposal kegiatan.
“Harusnya ketika simakrama sudah siap dengan proposal, langsung serahkan kepada saya. Sederhana saja kan,” imbuh Pastika.
[sumber berita: ANTARA]
Tags: Gubernur siap dimarahi, Mangku Pastika, Margarana, Proposal Bali
Recent Comments